PENDIDIKAN

Karang Taruna Bharata Pandawa Pendowokumpul Lamongan Hidupkan Kembali Seni Tayub Lewat “Tepangan” dan Film Pendek

LAMONGAN, Jatim.News — Karang Taruna Bharata Pandawa Desa Pendowokumpul, Kecamatan Sukorame, tengah menjadi sorotan berkat gebrakannya dalam melestarikan sekaligus memodernisasi seni tradisi Tayub. Bekerja sama dengan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) serta Dosen-dosen dari Universitas PGRI Jombang (UPJB) dan Universitas K.H. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), mereka menginisiasi lahirnya bentuk baru seni sub Tayub yang dinamakan Tayub Tepangan.

Dalam program yang bertujuan menghidupkan kembali wajah budaya lokal ini, Karang Taruna dan tim akademisi memodifikasi gerak-gerak dasar Tari Tayub menjadi lebih segar, energik, dan selaras dengan selera generasi muda. Tarian Tayub Tepangan tidak hanya mempertahankan akar tradisi, tetapi juga menambahkan sentuhan modern yang menjadikannya lebih komunikatif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

Tidak berhenti pada penciptaan tarian, tim juga membangkitkan “roh” Tayub melalui sebuah film pendek yang kini sudah memasuki progres produksi sekitar 50 persen. Film ini mengangkat cerita lokal Desa Pendowokumpul dan menampilkan perjalanan kreativitas para pemuda dalam merawat tradisi. Masyarakat sudah dapat menantikan perilisan resminya di kanal YouTube Karang Taruna Bharata Pandawa – Desa Pendowokumpul dalam waktu dekat.

Ketua Tim PISN, M. Syaifuddin S., M.A, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program ini.

Bentuk baru seni sub Tayub yang dinamakan Tayub Tepangan. (istimewa)

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi atas dukungan penuhnya dalam program pengabdian masyarakat ini,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi antara pemuda desa, akademisi, dan pemerintah, kehadiran Tayub Tepangan menjadi bukti nyata bahwa tradisi dapat terus tumbuh, beradaptasi, dan bersinar kembali dalam wajah kebudayaan baru. Pendowokumpul kini tidak hanya menjaga warisan leluhurnya, tetapi juga menciptakan ruang kreatif yang membuka peluang bagi seni untuk berkembang lintas generasi. (pras/jal)

jatim.news

Recent Posts

Perhutani KPH Nganjuk Kawal Uji Petik Semester II 2025

NGANJUK, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk mengawal Tim Cabang Dinas Kehutanan (CDK)…

2 hari ago

Musrenbang Zona 2, Fokus Penguatan SDM Untuk Mendorong Investasi dan Tata Kelola Pemerintahan

MADIUN, Jatim.News -- Bapperida (Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah) Kabupaten Madiun menggelar Musrenbang (Musyawarah…

6 hari ago

Membaca Perbedaan Sebagai Sunatullah

OPINI, Jatim.News -- Bulan suci Ramadhan tinggal menunggu hari. Umat Islam bersiap menyambutnya dengan doa,…

1 minggu ago

Kapolres Madiun Resmikan SPPG 2 & 3 di Desa Sogo, Perkuat Program Gizi dan Cegah Stunting

MADIUN, Jatim.News – Komitmen mendukung program peningkatan gizi dan pembangunan sumber daya manusia terus diwujudkan…

2 minggu ago

Perhutani dan CDK Wilayah Nganjuk Gelar Rapat Evaluasi RTT Semester II Tahun 2025

NGANJUK, Jatim.News -- Dalam rangka mendukung suksesnya kegiatan pengelolaan Sumber Daya Hutan (SDH), Perum Perhutani…

2 minggu ago

Perhutani KPH Nganjuk dan Jombang Bersinergi dengan Kejaksaan Jaga Aset dan Kelestarian Hutan

NGANJUK, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang jalin sinergitas dengan Kejaksaan Negeri (Kejari)…

2 minggu ago