PEMERINTAHAN

Tanggapi Potensi Banjir, Komisi VII DPR RI Soroti Pentingnya Pengerukan Rutin Sungai Pepelegi

Sidoarjo – Dalam menghadapi musim hujan yang semakin intens, Komisi VII DPR RI menyoroti pentingnya pengerukan rutin Sungai Pepelegi sebagai langkah mitigasi banjir. Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menyatakan bahwa pengerukan sungai secara berkala dapat mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah sekitar.

Pengerukan sungai bertujuan untuk menghilangkan sedimen dan sampah yang mengendap di dasar sungai, sehingga kapasitas aliran air dapat ditingkatkan. “Pendangkalan sungai mengurangi lebar dan kedalaman aliran, yang memperparah banjir. Pengerukan rutin adalah solusi efektif untuk mencegah hal ini,” ujar Novita Hardini dalam wawancara terbaru.

Ia mengapresiasi, saat ini banjir yang sempat melanda wilayah tersebut selama tiga hari terakhir sudah surut. “Hal ini disebabkan kerja keras Pj Gubernur Jatim dan Plt Bupati Sidoarjo kerja keras memerintahkan tim melakukan pompanisasi air di Sungai Pepelegi,” katanya.

Plt Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan sejumlah wilayah di Kabupaten Sidoarjo terendam banjir disebabkan oleh beberapa faktor meliputi adanya bangunan liar di Sungai Buntung dan juga sampah dan enceng gondok di Sungai Cantel.

“Jadi di sepanjang aliran Kali Buntung, mulai dari Taman hingga ujung Waru, ada banyak bangunan liar di kanan dan kiri bangunan permanen. Kami sudah bekerja sama dengan Balai Besar, untuk 2025 ini jika ada bangunan liar, akan kami kembalikan lagi ke kondisi semula. Sehingga alat-alat berat bisa masuk,” ujarnya.

Selain pengerukan, Komisi VII juga mengusulkan beberapa langkah mitigasi lainnya, seperti:

  • Pemasangan Patok DAS: Untuk mencegah pembangunan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) yang dapat mengganggu aliran air.
  • Reboisasi dan Penghijauan: Penanaman pohon di sekitar DAS untuk meningkatkan penyerapan air dan mengurangi erosi tanah.
  • Peningkatan Infrastruktur Drainase: Memperbaiki dan memperluas sistem drainase untuk mengalirkan air hujan dengan lebih efisien.

Masyarakat sekitar Sungai Pepelegi menyambut baik inisiatif ini dan berharap pemerintah dapat segera merealisasikan program pengerukan rutin. “Kami sering mengalami banjir saat musim hujan. Dengan adanya pengerukan rutin, kami berharap masalah ini bisa teratasi,” kata salah satu warga setempat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan potensi banjir di wilayah sekitar Sungai Pepelegi dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa khawatir akan ancaman banjir.

(abi)

Nur Abidah

Recent Posts

Semester I 2026, Polres Jombang Ungkap 80 Kasus Narkoba, Sita 522 Gram Sabu dan 73 Ribu Pil Dobel L

JOMBANG,Jatim.News – Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Jombang masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Semester…

11 jam ago

Brankas Sekolah Dibobol, Tim URC Jaka Tingkir Polres Lamongan Ringkus Pelaku dalam Hitungan Jam

Lamongan, Jatim.News – Gerak cepat Tim URC Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan kembali membuahkan hasil.…

14 jam ago

Perhutani dan Disporabudpar Perpanjang Kerja Sama Pengembangan Wisata di Nganjuk

NGANJUK, Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya, dan…

1 hari ago

Bhabinkamtibmas Sidomukti Laksanakan Cooling System dan Penggalangan Kamtibmas, Perkuat Sinergi dengan IKS PI Kera Sakti Jelang Pengesahan Warga Baru di Kota Madiun

Lamongan,Jatim.News -Menjelang pelaksanaan Pengesahan Warga Baru IKS PI Kera Sakti di Kota Madiun, AIPDA Nanang…

1 hari ago

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Ngusikan Tinjau Lahan Jagung Warga di Desa Kromong

Jombang, Jatim.News – Dalam upaya memperkuat program ketahanan pangan nasional, jajaran Polsek Ngusikan melakukan peninjauan…

2 hari ago

Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Dinkes Madiun Perluas Akses Tes dan Pengobatan Gratis

MADIUN, Jatim.News - Dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun…

2 hari ago