PERISTIWA

Jaga Kebersihan Sungai Brantas, Pj Wali Kota Kediri Kunjungi Area Jembatan Lama

Kediri – Pj Wali Kota Kediri, Zanariah, meninjau langsung kegiatan bersih-bersih Sungai Brantas yang berlangsung di sekitar Jembatan Lama Kota Kediri. Kegiatan ini dimulai sejak Kamis, 30 Januari 2025, dan ditargetkan selesai pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Kegiatan ini merupakan salah satu tindak lanjut dari agenda bersih-bersih lingkungan yang sudah dilaksanakan pada bulan Desember 2024 lalu.

Zanariah menjelaskan bahwa pembersihan Sungai Brantas bertujuan untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, normalisasi aliran sungai, serta menjaga kelestarian cagar budaya. Jembatan Lama, yang berusia 155 tahun, menjadi salah satu titik prioritas dalam pembersihan ini karena bagian bawah jembatan dipenuhi rumpun bambu, batang kayu, dan sedimen.

Pembersihan ini melibatkan kolaborasi antara BPBD, Dinas PUPR, DLHKP, Perum Jasa Tirta 1, Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur, serta Balai Besar Wilayah Sungai. Zanariah juga menekankan pentingnya keselamatan para petugas yang terlibat dalam kegiatan ini dan selalu memantau ketinggian debit air Sungai Brantas setiap pagi melalui Bendungan Gerak Waruturi.

“Dari pembersihan kemarin hari pertama, sudah terdapat _progress_ pancang jembatan pertama bagian paling barat, terlihat material yang di atas permukaan sudah terangkat semua. Selanjutnya akan diupayakan pembersihan pada bagian bawah permukaan air yang belum bisa terangkat, dan tantangannya tentu kondisi aliran air sungai. Saat pembersihan pancang kedua, material kayu sempat tersangkut di pancang pertama,” jelas Zanariah.

Jika debit air melebihi batas, maka pembersihan akan ditunda. Harapannya kegiatan bersih-bersih sungai ini dapat tuntas, sehingga pilar-pilar Jembatan Lama tidak mendapat beban terlalu besar dan aliran Sungai Brantas bisa kembali lancar.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan pembersihan sungai dapat dilakukan lebih optimal, baik dari segi tenaga maupun alat yang digunakan. Selain itu, aliran Sungai Brantas diharapkan kembali lancar sehingga tidak terjadi penyumbatan yang bisa menyebabkan banjir di wilayah sekitar.

“Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga dan merawat lingkungan. Salah satunya tidak membuang sampah di sungai. Karena dari satu hal ini, ada banyak dampak yang akan terjadi. Selain itu, mari bersama kita jaga dan rawat warisan cagar budaya Kota Kediri,” tutupnya.

(abi)

Nur Abidah

Recent Posts

Bupati Madiun Ajak Pemuda Gigih, Tangguh, dan Jaga Persatuan pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98

MADIUN, Jatim.News -- Bupati Madiun Hari Wuryanto mengajak generasi muda untuk terus meneladani semangat perjuangan…

4 hari ago

Perhutani Jombang Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Warga Dusun Sendang Gogor Nganjuk

NGANJUK, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, perduli masyarakat yang tinggal di dalam…

4 hari ago

DLH Jombang Kerahkan 50 Personil Usai Puncak Jombang Fest 2026 Bersihkan Sampah

JOMBANG, Jatim.News - DLH Kabupaten Jombang melalui Satgas Penanganan Sampah dan Satgas Pengelolaan RTH mengerahkan…

6 hari ago

Taklukkan SMA DU 1 dengan Skor 2-0, SMA DU 2 Raih Gelar Juara Liga Unit Darul Ulum 2026.

JOMBANG, Jatim.News.com– SMA DU 2 berhasil mengukuhkan diri sebagai kampiun Liga Unit Pondok Pesantren Darul…

7 hari ago

Gelar Monev Kemitraan, Perhutani Jombang Berikan 617 Juta Sering Produksi ke LMDH

JOMBANG, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama Perhutani Divre (Devisi Regional) Jawa…

1 minggu ago

Dishub Kabupaten Madiun Jadi Kiblat Nasional, Bongkar Sukses 7.459 Titik APJ Lewat Skema KPBU di Depan Bupati Garut

MADIUN, Jatim.News – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun menjadi pusat perhatian nasional. Keberhasilannya mengelola 7.459…

2 minggu ago