PERISTIWA

Perhutani KPH Nganjuk Tinjau Lokasi Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) Bersama Tim Penilai Publik

NGANJUK,Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk bersama tim Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) YRD (Yusrizal Deny Kamal) Jakarta melaksanakan cek lapangan untuk meninjau lokasi Agroforesry Tebu Mandiri di Petak 212A-1, luas 12,84 Ha, RPH Senggowar BKPH Wengkal KPH Nganjuk Wilayah Administratif Desa Senggowar, Kecamatan Gondang,Kabupaten Nganjuk pada Senin (06/07).

Kegiatan ini bertujuan memperoleh data dan informasi faktual mengenai kondisi lapangan sebagai bagian dari proses penilaian dan kajian terhadap rencana pemanfaatan kawasan hutan untuk budidaya tanaman tebu pada 2027. Peninjauan dilakukan secara langsung pada petak ATM guna memastikan kesesuaian kondisi fisik, potensi lahan, dan aspek teknis lainnya serta penilaian kesesuaian terhadap ketentuan yang berlaku.dan menjadi acuan data yang objektif dan transparan. Data ini digunakan untuk menyusun rencana kerja sama budidaya tebu dan menetapkan perhitungan sharing (bagi hasil) yang adil, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku

Mewakili Administratur KPH Nganjuk, Kepala Seksi Madya Produski dan Ekowisata Jasmidi yang didampingi KSS Agrowisata menyampaikan bahwa cek lapangan bersama tim KJPP YRD merupakan tahapan penting dalam mendukung proses perencanaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Melalui pengecekan lapangan ini diharapkan dapat diperoleh data geografis maupun monografi yang objektif sebagai dasar dalam proses penilaian serta penyusunan rencana kerja sama pengembangan budidaya tanaman tebu. Perhutani KPH Nganjuk berkomitmen agar setiap pemanfaatan kawasan hutan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik serta menjaga kelestarian hutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan tim KJPP YRD, Agi Nanda Putra, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan verifikasi terhadap kondisi lokasi, batas areal, aksesibilitas, serta berbagai aspek lain yang menjadi objek penilaian. Hasil kegiatan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penilaian sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui sinergi antara Perhutani dan KJPP YRD, kami berharap rencana pengembangan tanaman tebu dapat terlaksana secara profesional, memberikan nilai tambah bagi pengelolaan aset perusahaan, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas kawasan hutan secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan negara,” ungkapnya. (mar)

Dicky Wahyudi

Recent Posts

Berkenalan Lewat Aplikasi, Pria Asal Pasuruan Gasak Motor Wanita di Hotel Paciran, Perkara Berhasil diungkap Polres Lamongan

Lamongan,Jatim.News – Polres Lamongan melalui Unit Reskrim Polsek Paciran berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian…

18 jam ago

DHELE KOPONG DI HATI PEMIMPIN

Di Pelataran Makam, Cahaya Itu Diturunkan OPINI,Jatim.News - Malam di Lamongan selalu lebih pekat dari…

2 hari ago

Nestapa di Ruang Sidang MK: Jerat Kekerasan Ekonomi Dosen dan Runtuhnya Fondasi Indonesia Emas 2045

JAKARTA & SURABAYA,Jatim.News,OPINI - Di balik megahnya retorika politik menuju target Indonesia Emas 2045, sebuah…

2 hari ago

DI ANTARA DUA PINTU TAKDIR

Ketika Seorang Keturunan Wali Menolak Panggungnya OPINI,Jatim.News - ADA sebuah momen yang nyaris luput dari…

2 hari ago

Panen Raya Penuh Berkah, Mas Bhabin Membaur di Sawah, Petani Nikmati Hasil Melimpah dan Harga Gabah Tinggi

Lamongan,Jatim.News – Hamparan padi yang menguning di Dusun Kedungglonggong, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan,…

2 hari ago

Dua Pelajar Meninggal Tabrakan Adu Depan, Polisi Lamongan Lakukan Evakuasi

Lamongan,JatimNews – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Mastrip, tepatnya…

2 hari ago