OPINI

Sistem Diretas, Mahasiswa Calon Penerima KIP K Terancam Gagal

OPINI,Jatim.News — Imbas dari bermasalahnya Sistem Pusat Data Nasional yang terkena Ransomware calon mahasiswa pendaftar KIP K terancam gagal. Tanggal 20 Juni 2024 Sistem Pusat Data Nasional atau yang biasa disebut PDN berhasil diretas oleh hacker yang mengakibatkan terkenanya virus Ransomware. Sejumlah data tidak ada backup yang mengakibatkan banyak instansi dari dinas yang kelimpungan kehilangan datanya.

Salah satunya yaitu data Calon Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang terancam gagal dikarenakan hilangnya data para peserta.Bobolnya PDN membuat data 800 ribu calon mahasiswa pendaftar Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP K) ikut raib dan tak bisa balik, celakanya Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi tidak memiliki backup data.

Rapat Kerja Komisi I DPR RI dengan Menkominfo RI, membahas mengenai penanganan KIP Kuliah setelah terganggu oleh peretasan pada sistem Pusat Data Nasional (PDN), Kamis (27/6/2024). Diketahui, penerima KIP Kuliah pada tahun 2024 sebanyak 985.577 orang.

Sampai saat ini pemerintah terus berusaha untuk memulihkan semuanya kembali menjadi normal. Terkait pelaku serangan siber Ransomeware, seperti disampaikan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen Aptika) Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan bahwa pelakunya mengatasnamakan sebagai Brain Chiper.

Sedangkan menyangkut kerugian yang terjadi usai Pusat Data Nasional Sementara tumbang dari Kamis (24/6/2024), hingga saat ini masih pemulihannya masih dalam proses dan pemerintah tidak menyebutkannya secara pasti.

Bersama kita hadapi tantangan ini demi menjaga keamanan dan kenyamanan layanan untuk masyarakat. Tetap waspada dan terus dukung upaya pemulihan ini! Berikut Upaya Pemerintah Dalam Pemulihan Layanan Publik Untuk Mengatasi Hilangnya Data dari PDN :

1. Proses pemulihan layanan melalui backup server dari Cold Site Batam dan diaktifkan pada fasilitas PDNS 1 dan Data Center Temporary milik penyedia.

2. Pengaturan backup data dan layanan kementerian/lembaga/pemerintah daerah sebagai upaya untuk menjaga keberlangsungan layanan.

3. Menyiapkan pengaturan terkait penempatan data dan cadangan secara berlapis sesuai dengan tingkat klasifikasi data mulai dari data strategis, data terbatas, hingga data terbuka.

4. Pemerintah melalui BSSN akan terus meningkatkan keamanan siber dengan cara menyambungkan komando kendali BSSN.

5. Mengaktifkan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) yang akan terus memantau upaya pengelolaan PDN dan backup data.

Penulis: Wardatul Millah Camelia
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Bisnis, Hukum, Dan Ilmu Sosial.

jatim.news

Recent Posts

Gelar Monev Kemitraan, Perhutani Jombang Berikan 617 Juta Sering Produksi ke LMDH

JOMBANG, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama Perhutani Divre (Devisi Regional) Jawa…

1 hari ago

Dishub Kabupaten Madiun Jadi Kiblat Nasional, Bongkar Sukses 7.459 Titik APJ Lewat Skema KPBU di Depan Bupati Garut

MADIUN, Jatim.News – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun menjadi pusat perhatian nasional. Keberhasilannya mengelola 7.459…

1 minggu ago

PC PMII Lamongan Demo Disdik, Desak Audit Penyaluran PIP

LAMONGAN, Jatim.News — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan menyoroti dugaan adanya…

2 minggu ago

Gelar Rilis, Polres Lamongan Ungkap 5 Kasus Narkoba Selama September 2026 dan 7 Tersangka Ditangkap

Lamongan, Jatim.news.com – Satresnarkoba Polres Lamongan menyampaikan rilis terkait keberhasilan pengungkapan lima kasus tindak pidana…

3 minggu ago

Aipda Nanang Sumantri Sapa Warga Sidomukti, Sobo Kampung Sekaligus Bergerak sebagai Agen Perlinsos

LAMONGAN, Jatim.News — Arahan pimpinan baru saja diterima. Namun bagi Aipda Nanang Sumantri, S.H., Bhabinkamtibmas…

3 minggu ago

Tiga Pilar Sidomukti Plus Bersinergi Normalisasi Bahu Jalan

LAMONGAN, Jatim.News– Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh Tiga Pilar Desa Sidomukti, Kecamatan…

4 minggu ago