PENDIDIKAN

Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Kolaboratif 247 Jember Berikan Penyuluhan Stunting dan Pemberian PMT di Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang

JEMBER, Jatim.News — Kurangnya pemahaman tentang nutrisi yang diperlukan untuk bayi atau balita dapat menyebabkan ketidakseimbangan asupan gizi pada anak. Jika hal ini dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu terjadinya stunting.

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu sehingga tinggi badan anak jauh lebih pendek dari anak-anak seusianya. Kondisi ini sering terjadi akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, yang mencakup periode dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Berkolaborasi dengan Kelurahan Jumerto, mahasiswa KKN Kolaboratif 247 selenggarakan penyuluhan pencegahan permasalahan stunting pada Hari Rabu, 1 Agustus 2024 yang berlangsung di Balai Kelurahan Jumerto, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.

Himatul Aliyah, Ahli Gizi Puskesmas Banjarsengon menyampaikan  materi mengenai gizi yang baik dan bergizi sebagai bentuk pencegahan terhadap permasalahan stunting.

“Kurang asupan gizi pada waktu sebelum dan saat hamil, pola makan yang tidak tepat meliputi jumlah, jenis, dan frekuensi makan menjadi penyebab langsung terjadinya stunting,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan demo memasak kudapan yang sederhana, bergizi, dan mudah. Menu yang diangkat pada kegiatan ini adalah es krim berbahan dasar lele dan chicken roll. Melalui kegiatan penyuluhan dan demo memasak kudapan, diharapkan masyarakat dapat memahami dan menerapkan materi yang telah disampaikan.

Program kolaborasi pencegahan stunting antara mahasiswa KKN Kolaboratif 247 dengan Kelurahan Jumerto dilanjutkan dengan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dengan sasaran tiga ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), lima balita stunting, dan dua puluh empat balita underweight dan wasting.

Kegiatan ini dimulai pada Hari Senin, 5 Agustus 2024 yang akan berlangsung selama 30 hari. Monitoring terhadap perkembangan ibu hamil KEK, balita stunting, underweight, dan wasting dilakukan setiap tiga hari sekali dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas (LILA). (“)

jatim.news

Recent Posts

PERHUTANI KPH NGANJUK DUKUNG BHAYANGKARA OFF ROAD DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE 80 & HARI BAKTI ADHYKSA KE 66

NGANJUK, Jatim.News | Perhutani KPH Nganjuk bersinergi dengan Forkopinda Kabupaten Nganjuk dalam kegiatan Bhayangkara Off…

10 jam ago

Perhutani KPH Nganjuk Bersama CDK Wilayah Nganjuk Dukung Proyek Strategis Daerah Kabupaten Nganjuk

NGANJUK, Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk, bersama CDK Wilayah Nganjuk dukung Proyek…

10 jam ago

Perhutani Bersama CDK Wilayah Nganjuk dan PLMDH Nganjuk Melaksanakan Audien dengan Bupati Nganjuk

NGANJUK, Jatim.News| Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang, Perhutani…

11 jam ago

Promo Spesial McDonald’s x Debit BRI, 27–28 Juli! PaNas 1 + PaNas 2 Cuma Rp45.130

Jatim.News.Com – Kabar gembira bagi pencinta ayam krispy McDonald’s! Promo spesial kolaborasi McDonald’s x Kartu…

1 hari ago

Kapolres Lamongan Perkuat Sinergi dengan Kajari Lamongan, Wujudkan Penegakan Hukum yang Efektif

Lamongan, Jatim.News – Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.SI. melaksanakan silaturahmi dengan Kepala…

2 hari ago

Perhutani Hadiri Rapat Kerja DPRD Nganjuk, Tindak Lanjut Relokasi Lahan Warga Dampak Pembangunan Bendungan Semantok

NGANJUK,Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menghadiri Rapat Kerja DPRD Kabupaten Nganjuk mengenai…

3 hari ago