HUKUM DAN KRIMINAL

Seorang Pemuda Tega Perkosa Adik Tiri Selama 6 Tahun Sejak Usia 12 Tahun

JOMBANG, Jatim.News — Berakhir sudah perlakuan bejat AA (23) Warga Kecamatan Mojoagung yang nekat menyetubuhi adik tiri LN (19) selama 6 tahun, Tindakan tersebut di lakukan mulai dari tahun 2018 hingga terakhir di lakukan Desember Tahun 2024.

Dalam Konferensi Pers yang di gelar di Halaman Satreskrim Polres Jombang, Kamis (22/05/2025) AKP Margono Suhendra mengungkapkan modus pelaku terbongkar karena korban melapor, Akan tetapi korban melapor terkait kasus penganiyayaan yang di lakukan pelaku.

“Awalnya tindakan penganiyayaan yang di lakukan oleh pelaku bermula saat korban mengambil sepeda motor dengan ibu nya di kos pelaku, Pelaku kemudian marah marah dan melakukan pemukulan kepada korban,” Ucap AKP Margono.

Setelah di introgasi dan di kembangkan Polres Jombang akhirnya pelaku mengaku telah memperkosa korban mulai dari tahun 2018 saat korban berusia 12 tahun, Bahkan saat terakhir kali pelaku memperkosa korban pelaku sudah menikah.

“Awalnya korban melaporkan tindakan penganiyayaan yang di lakukan oleh pelaku beberapa hari yang lalu, Setelah kita kembangkan terungkap pelaku juga melakukan pemerkosaan dengan pengancaman kepada korban,” Ungkap AKP Margono.

Menurut AKP Margono awalnya modus pelaku yaitu mengajak korban LN (19) menonton video dewasa, Kemudian mengajak korban bersetubuh dengan mengacam dan mengiming imingi korban dengan uang.

“Awalnya pelaku menonton video dewasa kemudian video tersebut di perlihatkan ke korban, Kemudian pelaku mengajak korban bersetubuh korban awalnya menolak karena pelaku mengacam korban akhirnya korban pun mau, Berjalannya waktu pelaku terus menyetubuhi korban hingga beberapa kali dengan di iming imingi uang dan di berkian handphone setelah melakukan persetubuhan,” Tutur AKP Margono.

Tindakan pemerkosaan di lakukan di rumah korban yang mana merupakan adik pelaku, Pemerkosaan tersebut di lakukan saat orang tua korban tidak ada di rumah.

Saat ini pelaku di jerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak kemudian diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun.

Hingga saat ini korban masih mengalami trauma dan sedang di dampingi oleh pihak Polres Jombang untuk memulihkan psikologis dan kesehatan.

AKP Margono juga berharap agar korban segera pulih mentalnya dan kesehatannya.(din/red)

jatim.news

Recent Posts

Promo Spesial McDonald’s x Debit BRI, 27–28 Juli! PaNas 1 + PaNas 2 Cuma Rp45.130

Jatim.News.Com – Kabar gembira bagi pencinta ayam krispy McDonald’s! Promo spesial kolaborasi McDonald’s x Kartu…

14 jam ago

Kapolres Lamongan Perkuat Sinergi dengan Kajari Lamongan, Wujudkan Penegakan Hukum yang Efektif

Lamongan, Jatim.News – Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.SI. melaksanakan silaturahmi dengan Kepala…

1 hari ago

Perhutani Hadiri Rapat Kerja DPRD Nganjuk, Tindak Lanjut Relokasi Lahan Warga Dampak Pembangunan Bendungan Semantok

NGANJUK,Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk menghadiri Rapat Kerja DPRD Kabupaten Nganjuk mengenai…

2 hari ago

Kapolres Lamongan Perkuat Sinergitas TNI–Polri, Kunjungi Yonif TP 887/KJM dan Tinjau Lokasi TMMD

Lamongan,Jatim.News - Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, S.H., S.I.K., M.Si. melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Markas…

2 hari ago

LBH Anak Bangsa Mandiri Gandeng Ponpes Nurul Jami Alkautsar, Perkuat Akses Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Lamongan

LAMONGAN.Jatim.News.com – Keterbatasan pemahaman hukum masih menjadi tantangan utama bagi sebagian besar masyarakat di daerah.…

4 hari ago

Sinergitas Perhutani KPH Jombang Bersama Kejaksaan Negri Jaga Aset Negara Dan Kelestarian Hutan

JOMBANG,Jatim.News | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang menjalin komunikasi dengan Kejaksaan Negeri Jombang untuk…

4 hari ago