JOMBANG, Jatim.News – Umat Hindu yang tergabung dalam Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) merayakan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dengan penuh khidmat di Pura Giri Loka Wonomerto. Perayaan tahun ini mengangkat tema “Wasudhaiva Kutumbakam – Satu Bumi, Satu Keluarga”
Yang mengandung pesan mendalam tentang pentingnya menjaga bumi dengan kearifan agar tetap menjadi sumber kehidupan bagi seluruh umat manusia.
Rangkaian acara berlangsung meriah namun tetap sakral, diawali dengan prosesi doa bersama dan dilanjutkan dengan arak-arakan ogoh-ogoh yang menjadi simbol pembersihan diri dari sifat-sifat negatif. Kehadiran berbagai elemen masyarakat turut memperkuat nuansa kebersamaan dalam perayaan tersebut.
Acara ini juga dihadiri oleh unsur Muspika Kecamatan Wonosalam, termasuk Camat, Danramil, dan Kapolsek. Dalam sambutan sekaligus pemberangkatan arak-arakan ogoh-ogoh, Camat Wonosalam, Yudha Asmara, S.STP, ME, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga Wonosalam sebagai rumah bersama bagi berbagai agama, kepercayaan, dan suku.
“Wonosalam harus terus kita rawat sebagai ruang hidup bersama yang damai. Ini adalah laboratorium besar toleransi di Indonesia, di mana perbedaan bukan menjadi pemisah, tetapi kekuatan,” ujarnya.
Menariknya, perayaan Nyepi kali ini juga mendapat dukungan kuat dari berbagai unsur lintas iman. Sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan turut hadir dan berperan aktif dalam pengamanan serta kelancaran acara, di antaranya Gerakan Pemuda Ansor melalui Banser, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia melalui unsur PAGER (Paguyuban Gereja), Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Cabang Jombang, serta Pemuda Pancasila dan Karang Taruna Wonosalam.
Kehadiran lintas iman ini menunjukkan bahwa perayaan Nyepi tidak hanya menjadi milik umat Hindu semata, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk merayakan nilai-nilai kemanusiaan. Terlebih, momen ini bertepatan dengan bulan suci Ramadhan bagi umat Islam serta masa menjelang Paskah bagi umat Kristiani, sehingga semakin memperkuat makna kebersamaan dalam keberagaman.
Perayaan ini pun menjadi simbol bahwa toleransi adalah lem perekat persatuan bangsa Indonesia. Di tengah perbedaan keyakinan dan tradisi, masyarakat Wonosalam mampu menunjukkan bahwa harmoni dapat terwujud melalui saling menghormati dan menjaga satu sama lain.
Dengan semangat Wasudhaiva Kutumbakam, perayaan Nyepi di Pura Giri Loka Wonomerto tahun ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga pesan kuat tentang persaudaraan universal—bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga yang hidup di bumi yang sama pungkasnya. (Mar/Pras)











