PEMERINTAHAN

Pemprov Jatim Terapkan Aturan Wajibkan Manajer Koperasi Memiliki Kompetensi untuk Cegah Masalah Keuangan

Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mengambil langkah tegas dengan mewajibkan para manajer koperasi untuk mengikuti uji kompetensi guna memastikan tata kelola koperasi yang sehat dan transparan. Langkah ini sebagai upaya untuk mencegah masalah keuangan yang sering terjadi di berbagai koperasi di provinsi ini.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Endy Alim Abdi Nusa, S.IP., M.M., mengungkapkan bahwa manajer koperasi yang tidak memiliki sertifikasi kompetensi di harapkan tergantikan oleh orang yang mampu dan menguasai. “Manajer koperasi yang tidak memiliki sertifikasi kompetensi diharapkan digantikan oleh orang yang mampu dan menguasai. Ini penting karena mereka mengelola dana milik banyak anggota,” ujarnya.

“Bagaimana mungkin koperasi di kelola oleh orang yang tidak kapabel? Ini menyangkut dana milik banyak orang. Jika manajernya tidak kompeten, yang terjadi adalah masalah keuangan dan anggota merasa terugikan,” kata Endy Alim, di Surabaya, Jumat.

Menurut Endy, saat inj masih banyak koperasi yang bermasalah akibat buruknya manajemen, termasuk adanya laporan terkait kasus penggelapan dana. Tidak sedikit anggota koperasi yang melapor ke Dinas Koperasi dan UKM setempat karena merasa rugi oleh pengelola koperasi yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya mewajibkan semua manajer koperasi memiliki sertifikasi kompetensi. “Jika ada manajer yang tidak memiliki sertifikasi, sebaiknya di gantikan oleh orang yang lebih berkompeten. Manajemen keuangan yang baik akan menciptakan koperasi yang sehat,” ujarnya.

Endy juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan koperasi. “Koperasi wajib melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara transparan dan melaporkan pembukuan keuangan dengan jelas kepada anggotanya. Ada koperasi yang berusaha menutupi laporan keuangan, tetapi tetap mengajak anggota dalam jumlah besar untuk rapat. Ini yang harus dibenahi,” tambahnya.

Pemprov Jatim juga terus melakukan pembinaan agar koperasi di Jawa Timur semakin profesional dan berdaya saing. “Salah satu langkah konkretnya adalah mewajibkan para manajer koperasi untuk mengikuti uji kompetensi dan mendapatkan sertifikasi. Ini penting untuk memastikan koperasi beroperasi sesuai dengan aturan dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya,” ungkap Endy.

(abi)

Nur Abidah

Recent Posts

Gelar Monev Kemitraan, Perhutani Jombang Berikan 617 Juta Sering Produksi ke LMDH

JOMBANG, Jatim.News -- Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jombang bersama Perhutani Divre (Devisi Regional) Jawa…

24 jam ago

Dishub Kabupaten Madiun Jadi Kiblat Nasional, Bongkar Sukses 7.459 Titik APJ Lewat Skema KPBU di Depan Bupati Garut

MADIUN, Jatim.News – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Madiun menjadi pusat perhatian nasional. Keberhasilannya mengelola 7.459…

1 minggu ago

PC PMII Lamongan Demo Disdik, Desak Audit Penyaluran PIP

LAMONGAN, Jatim.News — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan menyoroti dugaan adanya…

2 minggu ago

Gelar Rilis, Polres Lamongan Ungkap 5 Kasus Narkoba Selama September 2026 dan 7 Tersangka Ditangkap

Lamongan, Jatim.news.com – Satresnarkoba Polres Lamongan menyampaikan rilis terkait keberhasilan pengungkapan lima kasus tindak pidana…

3 minggu ago

Aipda Nanang Sumantri Sapa Warga Sidomukti, Sobo Kampung Sekaligus Bergerak sebagai Agen Perlinsos

LAMONGAN, Jatim.News — Arahan pimpinan baru saja diterima. Namun bagi Aipda Nanang Sumantri, S.H., Bhabinkamtibmas…

3 minggu ago

Tiga Pilar Sidomukti Plus Bersinergi Normalisasi Bahu Jalan

LAMONGAN, Jatim.News– Semangat kebersamaan dan gotong royong kembali ditunjukkan oleh Tiga Pilar Desa Sidomukti, Kecamatan…

4 minggu ago