NGANJUK, Jatim.News — Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk resmi menutup dan melepas Magang Mandiri Mahasiswa Teknik Lingkungan Univeritas Airlangga di Ruang Rapat Banjaransari Kantor Perhutani KPH Nganjuk pada Kamis (15/01).
Program magang mandiri berlangsung dari tanggal 22 Desember 2025 s.d 15 Januari 2026 dan merupakan bagian dari pemenuhan tugas akademik Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Sain dan Teknologi Unair .
Selama kegiatan, mahasiswa mendalami materi materi melalui pelatihan dan pembekalan teknik lingkungan yang mencakup monitoring dan evaluasi HCVF, materi pelatihan penyusunan laporan pengelolaan dan monitoring NKT, materi pelatihan Identifikasi HCFV atau NKT (Nilai Konservasi Tinggi), materi pengelolaan dan pemantauan HCVF/NKT, materi PK Pengelolaan Kawasan Perlindungan Setempat dll.
Administratur Perhutani KPH Nganjuk Dwi Puspitasari menyampaikan ucapan terima kasih dan mohon maaf apabila dalam pendampingan KPH Nganjuk kurang maksimal dan Magang Mandiri ini bisa dijadikan sarana bagi adik-adik mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.
“Kami berharap pengalaman ini bermanfaat bagi adik-adik mahasiswa. Mohon maaf apabila selama pendampingan kurang maksimal dan berharap bisa kembali dengan materi penelitiannya nanti di KPH Nanjuk,” ujarnya.
Sementara perwakilan Mahasiwa Magang Teknnik Linkungan Unair Surabaya Fawaidul Muharrom pada saat presentasi laporan akhir kegiatan magang menyampaikan aresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Perhutani. Ia menilai pengalaman magang di Perhutani KPH Nganjuk memberikan pemahaman dan pengalaman yang lebih dalam tentang pengelolaan lingkungan terutama di dalam Kawasan hutan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Perhutani KPH Nganjuk yang telah memberikan ruang belajar, bimbingan dan pengalaman yang sangat berharga. Banyak wawasan baru yang kami dapatkan, terutama pengelolaan lingkngan yang ada di dalam Kawasan Hutan yang tidak kami peroleh secara penuh di bangku kuliah.
Dengan berakhirnya program magang ini, Perhutani berharap kolaborasi antara institusi Pendidikan dan pengelola hutan terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kehutanan. (pras/jal)











