NGANJUK, Jatim.News — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Nganjuk melaksanakan survei dan pengecekan lokasi serta melakukan pengukuran rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bentuk dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN) di kawasan Hutan dalam penguatan ekonomi desa, di 3 Desa, Desa Kepel Kecamatan Ngetos, Desa Bendoasri dan Desa Tritik Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Kamis (29/01).
Lokasi yang disurvei berada di kawasan hutan petak 170C-1 RPH Suwaru BKPH Berbek, masuk wilayah administrasi Desa Kepel Kecamatan Ngetos, petak 238D-1 RPH Bendosewu wilayah administrasi Desa Bendoasri dan petak 54A RPH Tritik Wilayah Desa Tritik Kecamatan Rejoso BKPH Tritik KPH Nganjuk. Kegiatan survei lapangan dan pengukuran bersama ini bertujuan memastikan aspek teknis lokasi agar aman, legal, serta tidak mengganggu fungsi pokok kawasan hutan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Administratur Perhutani KPH Nganjuk yang diwakili Kasi Madya Perencanaan SDH dan Pengembanngan Bisnis (PPB) Erjefri M,S., didampingi masing-masing KRPH pada lokasi survei, Pithut Gunawan KSS Wilayah KPH Nganjuk Perencanaan Hutan Wilayah III Jombang, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Kepala Desa pada masing-masing wilayah administrasi yang di survei.
Administratur Perhutani KPH Nganjuk Dwi Puspitasari melalui Kasi Madya Perencanaan SDH dan Pengembanngan Bisnis (PPB) Erjefri M,S., menyampaikan bahwa Perhutani mendukung penuh pembangunan KDMP sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat desa hutan. Namun demikian, pemanfaatan lahan harus tetap mengacu pada ketentuan dan regulasi yang berlaku.
Erjefri M.,S., menjelaskan bahwa sesuai arahan manajemen Perhutani, pihaknya bersama Pemerintah Desa Kepel, Babinsa, dan petugas PHW III Jombang melakukan peninjauan langsung di petak 170C-1 dan pada lokasi petak yang lain untuk memastikan lokasi memenuhi persyaratan tata kelola hutan, konservasi, serta kepastian hukum melalui Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH).
Komandan Rayon Militer Ngetos, Kapten Inf Kustono yang didampingi Babinsa Desa Kepel Langgeng Wiyono, menambahkan bahwa pendampingan ini merupakan wujud sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perhutani agar proses pemetaan dan pengecekan lokasi berjalan optimal, sehingga pembangunan koperasi nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat Desa Kepel.
Sementara itu, Kepala Desa Kepel, Sundari, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani KPH Nganjuk atas respons cepat serta sinergi yang terjalin. Ia berharap pembangunan KDMP dapat segera terealisasi sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan berjalan lancar dan hasil pemeriksaan lapangan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Lapangan yang didalamnya berisi pertimbangan teknis. (pras/jal)











