JOMBANG, Jatim.News — Jelang puasa ramadhan, warga Desa Wonokerto Kecamatan Wonosalam , Kabupaten Jombang menggelar tradisi ruwahan. Tahun ini, tradisi yang digelar saat nisfu syakban ini lebih meriah dan dikemas dalam Festival Ruwahan.
Kepala Desa Wonokerto mengungkapkan, tradisi ruwahan masyarakat Desa Wonokerto ini ,sudah berlangsung sejak lama. Jika memasuki bulan sya’ban sudah menjadi kebiasaan jika mengundang atau berbagi makanan yang oleh masyarakat diistilahkan dengan ruwahan.
“Ruwahan adalah bentuk akulturasi budaya dari mengirim doa untuk sanak saudara yang sudah meninggal dunia. Bentuk akulturasinya adalah ada yang mengundang ke rumah, ada juga yang hanya ater-ater (berbagi, mengantar) makanan ke tetangga-tetangga dekat pada bulan sya’ban yang masyarakat sebut dengan ruwahan tadi,” kata Kepala Desa dalam perbincangannya dengan Awak Media JatimNewus, selasa (10/2/2026.)
Kepala Desa Andik juga menyampaikan Tradisi Malam Nisfu Syakban, Ada Kupatan yang Bermakna Mohon Ampun Runtutan acara sya’ban di Desa tersebut , didahului sebelum malam nisfu sya’ban ada bersih-bersih makam atau dalam istilah warga setempat dikenal dengan resik-resik makam.”Hal ini untuk terus memelihara budaya, sehingga akan terus tertanam keperibadian asal, adat istiadat,”ujarnya.
“Acara ini juga di sajikan Kesenian Tradisional Lodrok Gita Praja dari Kabupaten Jombang acara tersebut di adakan , di Kantor Desa Wonokerto yang menampilkan berbagai kreasi warga dalam mengekspresikan ragam budaya lokal Indonesia,” Pungkasnya. (Mar/Pras)











