Pujon Kidul, Jatim.News — Di balik tenangnya udara Desa Wisata Pujon Kidul, pendopo Cafe Sawah sore itu berubah jadi tempat belajar yang seru dan penuh semangat. Sepuluh orang yang sehari-hari jadi penggerak konten dan promosi Cafe Sawah duduk melingkar, mendengarkan, bertanya, berdiskusi, bahkan sesekali tertawa bareng. Mereka sedang mengikuti workshop sosial media bersama ORION, kelompok mahasiswa praktikum PR 3 Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Malang.
Workshop ini bukan hanya soal teori atau tren digital terbaru. Tapi lebih dari itu, ini jadi ajang saling tukar pikiran, belajar bersama, dan mengurai satu per satu tantangan yang dialami tim Cafe Sawah selama mengelola akun sosial medianya.
“Kadang kami bingung harus mulai dari mana. Ide ada, tapi bagaimana cara mengemasnya agar menarik?” ujar salah satu staf yang bertanggung jawab untuk urusan konten. Ia mengaku sering merasa stuck, apalagi saat konten yang dibuat ternyata sepi respon.
ORION datang membawa pendekatan yang santai, tanpa kesan menggurui. Mereka mengajak peserta menyelami dunia algoritma Instagram dan TikTok dengan bahasa yang bisa dipahami siapa saja. Dari kapan waktu terbaik untuk posting, mengapa harus peduli dengan insight, sampai bagaimana cara membuat video yang viral tapi tetap otentik dengan identitas Cafe Sawah.
Tak hanya itu, workshop juga mengupas soal ads berbayar dan kerja sama dengan influencer. Hal-hal yang sebelumnya terdengar “ribet”, ternyata bisa diurai jadi langkah-langkah yang masuk akal dan bisa dicoba perlahan. ORION juga memberikan tips memilih lagu viral, menggunakan hashtag yang tepat, serta pentingnya konsistensi dan storytelling.
Salah satu momen paling menyentuh adalah saat peserta menyadari bahwa sosial media itu bukan soal keindahan visual semata, tapi tentang menyampaikan rasa. “Orang-orang ke sini bukan cuma cari pemandangan, tapi juga suasana. Kalau itu bisa kami bawa ke konten, mungkin akan lebih nyambung,” ujar peserta lainnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi kecil. Peserta saling berbagi apa yang mereka pelajari, hal-hal yang ingin dicoba, dan rencana mereka ke depan. ORION pun membuka ruang lanjutan untuk berdiskusi, konsultasi konten, bahkan penggunaan beberapa aplikasi editing dan sosial media
Faradina, perwakilan ORION, berkata bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk “mengajar”, tapi jadi ruang belajar dua arah. “Kami juga belajar banyak dari teman-teman Cafe Sawah, tentang bagaimana menyampaikan cerita dengan jujur dan dekat. Sosial media bukan cuma soal teknik, tapi juga tentang rasa”
Workshop ini juga menjadi penutup rangkaian event Wedhangan yang sudah lebih dulu digelar pada 21 Juni 2025 lalu. Namun semangatnya belum selesai. Jejak dari hari itu masih akan terus berjalan lewat konten-konten yang akan hadir di layar para pengunjung dan calon wisatawan Cafe Sawah.
Karena dari sinilah cerita bermula, dari semangat kecil untuk terus belajar, menjadi lebih percaya diri, dan menyampaikan kehangatan Desa Wisata Pujon Kidul ke dunia digital. (red)











