LAMONGAN,Jatim.News – Masa tua seharusnya dijalani dengan tenang, namun hal itu belum dirasakan Mbah Ranti (93), warga Dusun Kedungglonggong, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan. Selama ini ia hidup sendirian di rumah sederhana tanpa dampingan keluarga, dan baru saja mengalami musibah terjatuh yang menyebabkan tangannya melepuh.(08/07/2026)
Kondisi yang memprihatinkan ini pertama kali terlihat saat AIPDA Nanang Sumantri, S.H. – Bhabinkamtibmas atau yang akrab disapa “Mas Bhabin” Sidomukti – melaksanakan tugas sambang desa. Melihat kesulitan yang dialami lansia itu, ia tidak hanya memberikan semangat, namun bertekad berupaya mencari solusi agar beban hidup Mbah Ranti bisa diringankan.
“Kami tidak bisa diam saja melihat kondisi seperti ini. Sebagai bagian dari masyarakat, tugas kami bukan sekadar menjaga keamanan dan ketertiban, tapi juga hadir mendengar persoalan warga dan menjadi penghubung dengan pihak yang bisa membantu,” ujar Mas Bhabin.
Dengan rasa kemanusiaan, ia mendokumentasikan kondisi Mbah Ranti dan membagikannya melalui akun media sosial pribadi di Facebook, TikTok, dan Instagram. Tujuannya sederhana: mengetuk hati para dermawan agar turut berbagi meringankan beban sesama.
Ternyata, respons masyarakat sangat luar biasa. Ribuan warganet memberikan doa dan dukungan, bahkan banyak yang menghubungi Mas Bhabin untuk menanyakan cara menyalurkan bantuan. Kehangatan itu tidak berhenti di dunia maya, tapi segera hadir di kehidupan nyata.
Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Lamongan, Slamet, yang melihat unggahan tersebut langsung tergerak hati. Ia bersama tim segera turun ke lokasi dan memasang aliran listrik secara gratis di rumah Mbah Ranti. Kini, rumah yang selama ini hidup dalam keterbatasan pencahayaan akhirnya bisa menikmati fasilitas kelistrikan yang layak.
Bantuan datang pula dari arah jauh. Seorang warga asal Lamongan yang kini bekerja di Korea Selatan ikut tersentuh kisah ini. Tanpa ingin identitasnya dipublikasikan, ia mempercayakan donasi sebesar Rp500.000 kepada Mas Bhabin untuk diserahkan langsung kepada Mbah Ranti.
Menerima berbagai perhatian itu, Mbah Ranti tampak terharu matanya berkaca-kaca. “Alhamdulillah, terima kasih banyak semuanya. Saya kira saya sudah dilupakan dunia, ternyata masih banyak orang baik yang peduli pada saya. Sekarang rumah saya tidak gelap lagi, dan uang ini sangat berguna untuk kebutuhan saya sehari-hari. Semoga kebaikan kalian dibalas Tuhan dengan berlipat ganda,” ucapnya dengan suara bergetar penuh syukur.
Kisah ini pun akhirnya sampai ke telinga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lamongan. Pihak instansi berjanji akan segera menelusuri dan menindaklanjuti bantuan sosial yang sebelumnya sempat terputus bagi Mbah Ranti, demi memastikan hak-hak sosialnya kembali terpenuhi.
Mas Bhabin menambahkan, media sosial adalah sarana yang sangat berharga jika dimanfaatkan dengan bijak. “Informasi yang disampaikan dengan jujur dan niat baik mampu menggerakkan hati banyak orang untuk saling tolong-menolong. Satu langkah kecil kepedulian ternyata bisa membuka jalan bagi banyak kebaikan,” tuturnya.
Kini, kisah Mbah Ranti menjadi bukti nyata bahwa kebaikan yang dimulai dari satu orang bisa menyebar luas dan mengubah nasib orang lain. Di balik seragam dinasnya, Mas Bhabin telah membuktikan bahwa pengabdian kepada masyarakat juga tercermin dari kepedulian tulus dan menjadi jembatan yang menghubungkan mereka yang mampu dengan mereka yang sedang membutuhkan.(Iswanto)











