Perkuat Pelayanan Publik, Aparatur Desa di Madiun Dibekali Bimtek Fokus, Integritas dan Inovasi

madiun
Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas yang fokus pada Integritas dan Inovasi Pelayanan. (istimewa)

MADIUN, Jatim.News –– Aparatur pemerintah desa se-Kecamatan Madiun mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas yang fokus pada Integritas dan Inovasi Pelayanan. Bimtek ini digelar untuk membekali aparatur pemerintah desa agar lebih profesional dan responsif dalam melayani masyarakat.

Bimtek yang diselenggarakan Pemerintah Pemerintahan Kecamatan Madiun ini membahas penguatan etika kerja, kedisiplinan aparatur, tata kelola admistrasi desa serta menyusun inovasi pelayanan publik yang cepat dan transparan ini dibuka oleh Bupati dan Wakil Bupati Madiun berlangsung pada Jumat (22/5/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., menekankan pentingnya adaptasi aparatur desa di era digital dan tuntutan transparansi publik. Menurutnya, bimtek ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan investasi sumber daya manusia agar pemerintahan desa mampu berjalan lebih efektif dan efisien.

Bacaan Lainnya

Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa poin utama dari peningkatan kapasitas ini adalah digitalisasi layanan desa dan pengelolaan anggaran yang akuntabel.

“Aparatur desa adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Saya ingin seluruh aparatur tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga inovatif. Desa harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan pelayanan yang cepat, transparan, dan tidak berbelit-belit. Integritas Anda adalah wajah kepercayaan publik terhadap Pemerintah Kabupaten Madiun.”

Sejalan dengan visi tersebut, Wakil Bupati Madiun, Dr. Purnomo Hadi, M.H., memberikan arahan tegas mengenai etika dan dedikasi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta perangkat desa. Ia menggarisbawahi bahwa jabatan adalah bentuk kepercayaan yang harus dijaga dengan dedikasi tinggi.

Dr. Purnomo Hadi mengingatkan pentingnya menanamkan nilai-nilai dasar pelayanan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan golongan.

“Menjadi abdi negara berarti bersedia menanggalkan ego pribadi. Sebagai aparatur yang berintegritas, tanggung jawab tidak hanya dipertanggungjawabkan di atas kertas laporan, tetapi juga di hadapan masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa. Jangan pernah berhenti belajar, karena tantangan zaman akan terus berkembang. Jadilah perangkat desa yang tidak hanya pintar, tapi juga berkarakter,” tegasnya.

Kegiatan bimtek ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang memperkuat komitmen seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang didapat dalam pelayanan sehari-hari.

Pemerintah Kecamatan Madiun menargetkan setelah bimtek, seluruh desa mampu menerapkan standar pelayanan yang lebih baik dan melahirkan program inovasi yang berdampak langsung bagi warga. (Jnd/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *