KKN-T UMSIDA Gelar Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Banjarwungu

SIDOARJO, Jatim.News.com — Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar sosialisasi pengelolaan sampah rumah tangga dan sanitasi bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Kegiatan berlangsung di balai Desa Banjarwungu, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, pada Minggu, 9 Agustus 2026, mulai pukul 09.00 WIB.

Acara ini merupakan rangkaian program kerja tim KKN-T yang sebelumnya telah melakukan edukasi pemilahan sampah dan sosialisasi bank sampah di sejumlah sekolah dasar setempat. Sosialisasi hari ini dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Kepala Seksi DLHK, Kepala Desa Banjarwungu, ketua ibu-ibu PKK, serta warga dari tiga dusun, yakni Kandangan, Kelinter, dan Kaliwungu.

Acara dibuka dengan sambutan dari para pejabat yang hadir, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga dan sanitasi lingkungan bagi keberlangsungan aliran sungai di desa tersebut. Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan tanya jawabyang berlangsung interaktif antara warga dan pihak DLHK.

Bacaan Lainnya

Dalam sesi tanya jawab, seorang warga bernama  Deni selaku Kasun Kandangan Banjarwungumempertanyakan sumber pencemaran sampah di bantaran sungai pengairan desa. Deni menyampaikan pandangannya bahwa sekitar 90 persen sampah yang menumpuk di bantaran sungai berasal dari wilayah hulu atau desa seberang, bukan dari sampah warga Banjarwungusendiri. Pertanyaan ini menjadi salah satu poin diskusi yang cukup hangat dalam forum tersebut.

Menanggapi hal itu, perwakilan DLHK, Edi Sulaksono, S.E., menjelaskan bahwa persoalan sampah di aliran sungai memang kerap melibatkan banyak wilayah termasuk desa-desa di bagian hulu. Namun demikian, Ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak lantas menghilangkan tanggung jawab warga Banjarwungu untuk turut mengelola sampah dari rumah tangga masing-masing sebagai bagian dari solusi bersama.

Edi mendorong warga untuk lebih proaktif dan mendesak pemerintah Desa (Pemdes) agar segera menyusun proposal pengajuan ke DLHK. Proposal tersebut diharapkan dapat mempercepat realisasi pembangunan TempatPengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Banjarwungu. Menurutnya, keberadaan TPS 3R akanmenjadi solusi jangka panjang untuk menekan volume sampah yang mencemari aliran sungai maupun lingkungansekitar.

Selain infrastruktur, Edi juga menekankan pentingnya membangun sistem manajemen pengelolaan sampah yang terstruktur di tingkat desa, mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, hingga pengangkutan sampah secara berkala. Ia menilai sistem yang tertata akan lebih efektif jika diiringi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya pencemaran lingkungan akibat sampah yang tidak dikelola dengan baik.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah desa, DLHK, dan masyarakat dapat terus berjalan agar persoalan sampah di Desa Banjarwungu, khususnya di bantaran sungai, dapat teratasi secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Menurut salah satu peserta,  Junianto selaku KetuaRT 04 Desa Banjarwungu, “Kami berharap persoalan sampah di bantaran sungai ini bisa segera ditangani bersama, terutama dengan adanya dukungan dari pemerintah desa dan DLHK. Masyarakat juga perlu diberikan sistem yang jelas agar pengelolaan sampah di desa dapat berjalan dengan baik.”

Sementara itu, Wiji Hariati selaku Ibu PKK Pokja 4 Desa Banjarwungu menyampaikan bahwa persoalan pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Menurutnya, peran PKK juga penting dalam memberikanedukasi kepada keluarga, khususnya dalam membiasakanpemilahan sampah sejak dari rumah.

“Menurut saya, pengelolaan sampah harus dimulai darirumah tangga. Masyarakat perlu dibiasakan untuk memilahsampah dan tidak membuang sampah sembarangan, terutamake sungai. Kami dari PKK Pokja 4 juga berharap adanya dukungan dan sistem yang jelas dari pemerintah desa agar masyarakat lebih mudah dalam mengelola sampah,” ujar Wiji Hariati.

Kegiatan sosialisasi ini ditutup dengan berdoa bersama, sesi foto bersama antara tim KKN-T, pihak DLHK, perangkatdesa, dan warga yang hadir. Usai acara, tim KKN-T Kelompok 20 UMSIDA bersama DPL kembali ke posko untuk melakukan evaluasi kegiatan pada siang harinya.

Melalui kegiatan ini, tim KKN-T berharap warga Desa Banjarwungu semakin memahami pentingnya peran aktif dalam pengelolaan sampah rumah tangga demi menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian aliran sungai di desa mereka. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *