Peringati Hari Hepatitis Sedunia, Dinkes Madiun Perluas Akses Tes dan Pengobatan Gratis

dinkes madiun
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun. (istimewa)

MADIUN, Jatim.News – Dalam rangka Hari Hepatitis Sedunia 28 Juli Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan mengajak seluruh masyarakat untuk memperluas akses layanan dan memperkuat kolaborasi demi mewujudkan eliminasi hepatitis.

Bupati Madiun Hari Wuryanto, S.H.,M.Ak dan Wakil Bupati dr. Purnomo Hadi, M.H mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Madiun untuk meningkatkan kesadaran dan memperluas layanan kesehatan guna mewujudkan eliminasi hepatitis.

Dengan mengusung tema “Perluas Akses, Perkuat Kolaborasi, Wujudkan Eliminasi Hepatitis” Bupati menegaskan bahwa kesehatan pondasi utama dalam mewujudkan visi Madiun BERSAHAJA: Bersih, Sehat dan Sejahtera.

Bacaan Lainnya

“Di Hari Hepatitis Sedunia tahun ini, saya menghimbau warga masyarakat Kabupaten Madiun untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, Pemkab Madiun melalui Dinas Kesehatan telah memperluas akses layanan skrining, vaksinasi dan pengobatan di puskesmas dan rumah sakit daerah, “ujar Bupati.

Pemkab Madiun menargetkan pada 2030 nanti Kabupaten Madiun bisa mencapai target eliminasi hepatitis yang sesuai target nasional dan WHO, untuk itu dibutuhkan kolaborasi lintas semua sektor dalam upaya penanggulangan hepatitis.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun dr. Hery Setyana menyampaikan bahwa Dinkes telah menyiapkan strategi untuk mencapai target eliminasi.

“Sesuai tema tahun ini Dinkes fokus pada layanan skrining hepatitis B dan C, vaksinasi, hingga pengobatan yang semuanya bisa diakses gratis melalui program JKN,” jelasnya.

Lebih lanjut Kepala Dinkes mengajak masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk segera memeriksakan diri.

“Jangan tunggu ada gejala, jika anda memiliki riwayat transfusi darah, tato, tindik atau riwayat keluarga penderita hepatitis, segera cek ke puskesmas terdekat. Deteksi dini itu kunci. Kalau sudah terdiagnosis, pengobatan harus tuntas agar tidak berkembang menjadi sirosis atau kanker hati. Kami juga menguatkan edukasi ke masyarakat melalui tenaga kesehatan dan kader, “tambahnya.

Mari kita putus rantai penularan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, tidak berbagi jarum suntik, dan melakukan vaksinasi hepatitis B.

“Ingat, hepatitis bisa dicegah dan diobati. Cek Sekarang, Obati Tuntas”, pesannya.(Pjr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *